Ina-FDRS

Sistem Pemeringkatan Bahaya Kebakaran Lahan Gambut Indonesia atau Indonesia Peatland Fire Danger Rating System (Ina-FDRS) dikembangkan oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah (PTPSW), Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), untuk wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan. Ina-FDRS merupakan peningkatan dan pengembangan dari FDRS yang telah dibangun sejak tahun 2000-an. Tujuan pengembangan Ina-FDRS adalah untuk memperbaiki keakurasian peringkat kebakaran lahan gambut dengan menggunakan grid berukuran 1x1 km dan memperbaiki komponen-komponen berikut ini:

  • menggunakan lahan gambut di Indonesia (gambut tropis) sebagai bahan bakaran (Fuel), yang terdiri dari cakupan lahan gambut dan ketebalan lapisan gambut
  • merapatkan komponen iklim dan cuaca untuk masukan FWI (Fire Weather Index)
  • menambahkan komponen aktivitas manusia (human-caused)
  • menambahkan nilai ekonomi lahan gambut (economic value)

Komponen Bahan Bakaran terdiri dari tutupan lahan hasil klasifikasi citra penginderaan jauh dan aplikasi hasil georadar; komponen iklim memiliki masukan data cuaca yang near-realtime, dan komponen iklim yang merupakan hasil kajian iklim selama 30 tahun terakhir. Komponen Human-caused, adalah komponen baru dari FDRS yang telah ada, dan merupakan komponen penting karena sebagian besar terjadinya kebakaran di wilayah Indonesia adalah akibat perilaku manusia. Komponen economic value adalah komponen baru di FDRS yang merupakan hasil kajian PTPSW tentang nilai ekonomi sumberdaya lahan gambut.

Ina-FDRS diluncurkan pada bulan Desember 2018 untuk lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Propinsi Sumatera Selatan dan selama tahun 2019 di evaluasi dan validasi melalui kerjasama dengan BMKG, Pemda OKI, Manggala Agni Daops OKI dan PT Sinar Mas Forestry.